:: Resiko Konsumsi Telur Setengah Matang ::

Resiko Konsumsi Telur Setengah MatangCNI DC715 Masyarakat mengenal telur sebagai makanan yang mengandung protein tinggi, sehingga dipilih sebagai asupan energi sehari-hari. Cara mengonsumsinya pun beragam, ada yang digoreng hingga matang, setengah matang, direbus, dan ada pula yang langsung ditelan mentah.

Salah satu penyajian telur yang cukup populer di kalangan masyarakat adalah dengan memasaknya setengah matang. Salah satu keuntungan penyajian telur setengah matang adalah tidak terjadinya koagulasi protein atau penggumpalan protein ketika telur tersebut dimasak. Dengan begitu, nilai protein yang didapat jauh lebih tinggi dibanding cara penyajian lainnya.

Ahli Gizi dan Peneliti Pangan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan Departemen Kesehatan Bogor, Dr Mien Karmini Mahmud, Msc. mengakui, salah satu keuntungan penyajian telur setengah matang adalah tidak terjadinya koagulasi protein atau penggumpalan protein ketika telur tersebut dimasak. Dengan begitu, nilai protein yang didapat jauh lebih tinggi dibanding cara penyajian lainnya.

Namun demikian, mengonsumsi telur setengah matang juga memiliki risiko bagi kesehatan. Utamanya, jika telur yang hendak dikonsumsi mengandung bakteri salmonella akibat terkontaminasi kotoran ketika masih berada di dalam kandang. Bakteri tersebut dapat mengganggu saluran pencernaan dan mengakibatkan diare, muntah, kejang perut, serta demam.

Oleh sebab itu, telur harus dicuci terlebih dahulu sebelum diolah. Selain itu, pastikan alat memasak dan alat makan juga higienis

Terkait pola konsumsi telur, untuk ukuran anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan sebaiknya dalam sehari cukup satu butir telur. Beda halnya dengan atlet yang membutuhkan banyak telur guna membentuk dan menjaga tubuh agar lebih terlihat atletis. Sedangkan bagi orang yang memiliki riwayat kesehatan seperti kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi, sebaiknya membatasi konsumsi telur. Dalam satu minggu cukup 1 sampai 3 butir telur dengan memperhatikan kadar kolesterolnya.

“Tapi prinsipnya, selama proses memasak telur itu benar, apapun sajian atau cara mongonsumsinya, telur tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan”¸tutur Dr Mien Karmini Mahmud, Msc., Ahli Gizi dan Peneliti Pangan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan Departemen Kesehatan Bogor. (id.she.yahoo.com)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s