:: Memberi Lebih, Memberi Dengan Hati ::

Memberi Lebih, Memberi Dengan Hati Memberidengan HatiCNI DC715 Ini adalah sebuah kisah nyata tentang apa yang dapat terjadi ketika para karyawan di sebuah perusahaan meniru gaya kepemimpinan yang melayani, tidak peduli posisi karyawan tersebut di dalam hirarki organisasi.

Seorang konsultan bisnis sedang melatih lebih dari 3.000 karyawan di sebuah grup supermarket di wilayah Barat Tengah Amerika Serikat, agar mereka bekerja dengan tujuan untuk menciptakan kenangan bagi para pelanggan mereka. Sebut saja Johnny, 19 tahun, adalah seorang petugas di bagian pembungkusan barang belanja yang memiliki penyakit down syndrome. Tanggapan pertamanya saat itu adalah, “Saya hanya seorang petugas di bagian pembungkus. Apa yang bisa saya lakukan untuk memberi lebih kepada pelanggan?”

Kebetulan Johnny punya kebiasaan mengumpulkan kisah kisah penuh inspirasi dibacanya. Ia kemudian memutuskan akan mulai mencetak perkataan perkataan inspirasional itu, dan menaruhnya di kantong belanja pelanggannya. Ketika para pelanggan datang melewati jalur pembayaran dan Johnny membungkus barang belanjaan mereka, tak lupa Johnny menaruh kertas inspiratif itu di kantong belanjaan mereka, sambil berkata, “Saya sudah menaruh beberapa kisah inspiratif di dalam kantong ini, semoga dapat menambah semangat Anda hari ini. Terima kasih karena sudah berbelanja di sini.”

Setelah berlangsung beberapa minggu, sesuatu yang luar biasa mulai terjadi. Pada suatu hari manajer toko memperhatikan bahwa sernua pelanggan mengantri di satu kasir saja, sedangkan kasir lainnya kosong. Ia mulai panik, mengira bahwa mesin mesin kasir lain sedang rusak. Setelah diselidiki ternyata bukan itu masalahnya. Sesungguhnya, para pelanggan ingin melewati konter Johnny agar mendapatkan kisah inspiratif untuk hari itu. Seorang wanita mendatangi manajer toko itu dan berkata, “Biasanya saya belanja ke sini seminggu sekali, tetapi sekarang saya datang setiap hari.”

Teladan Johnny menyebar ke departemen lain di supermarket itu. Bagian penjualan bunga membagikan sekuntum bunga kepada setiap pembeli bunga. Bagian penjualan daging menempelkan stiker Snoopy dengan ucapan tertentu yang menarik pada setiap pembelian daging. Tindakan dari seorang petugas pembungkus belanjaan telah mengubah suasana di supermarket itu.

Bagi Johnny, pekerjaannya adalah kehidupannya, karena memang tidak sernua pekerjaan bisa ditangani oleh seseorang yang memiliki keterbelakangan mental. Dengan membawa hati ke dalam pekerjaan, semuanya seakan akan menjadi hidup. Mungkin Johnny tidak pernah berpikir dampak besar yang ditimbulkan hal kecil yang dilakukannya, namun pelanggan bisa merasakan bahwa dirinya diistimewakan.

Pada dasarnya, tiap manusia suka diberi secara cuma cuma, apalagi bila pemberian tersebut berguna sekali pun tidak mahal. Yang diberikan Johnny kepada pembeli supermarket tempatnya bekerja tidak mahal, bahkan bisa diabaikan. Akan tetapi, tampaknya penerima hadiah Johnny memilih untuk tidak mengabaikannya karena Johnny memberinya pengantar yang sangat sederhana, yaitu sekadar mengingatkan bahwa di dalam kemasan yang dibawa pulang mereka, ada lembaran inspirasi cuma cuma pemberian dirinya.

Memberikan hati ke dalam pekerjaan bukanlah pekerjaan yang mudah, karena kebanyakan orang yang terjebak dalam rutinitas umumnya memandang pekerjaan sebagai bagian dari irama kehidupan, bukan kecintaan akan kehidupan itu lagi. Itu sebabnya sering kita jumpai di pusat perbelanjaan pelayan yang cenderung datar atau kehilangan hasrat dalam melayani. Pekerjaan mereka mungkin cermat dan efisien, namun tidak lebih seperti robot tanpa jiwa.

Memberikan barang ekstra kepada pelanggan hanyalah salah satu cara untuk mengistimewakan mereka. Cara lain untuk menunjukkan bekerjanya hati adalah kualitas pekerjaan yang terbaik. Bagi karyawan, tolok ukurnya adalah bekerja dengan kesalahan minimal, efisien, sadar akan pentingnya menata anggaran, atau apa pun juga yang ujungnya . ujungnya adalah membuat gembira pimpinan. Bagi pekerja profesional, misalnya penata rambut atau tukang cukur, kualitas pelayanan adalah kunci kesuksesan.

Ketika memberikan hati ke dalam pekerjaan, sebenarnya orang telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang prima dan siap menjadi teladan bagi orang lain. Dedikasi adalah kata lain dari kecintaan pada pekerjaan, dan komitmen adalah bagian dari ikatan batin dengan pekerjaan. Tanpa dedikasi dan komitmen pada pekerjaan, hilanglah sebuah kata yang lebih sakral lagi, yaitu integritas.

Nah, sudahkah Anda bekerja dengan hati hari ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s