:: Mari, Kita Jalani Hidup Dengan Kerendahan Hati ::

Mari, Kita Jalani Hidup Dengan Kerendahan HatiCNI DC715 Banyak orang merasa bangga dan puas dengan apa yang mereka miliki saat ini. Ketika mereka kaya dengan ilmu atau harta, maka akan sangat sulit untuk berbagi dan takut tersaingi. Ketika itulah mereka menjadi sombong. Mereka haus akan puji-pujian. Mereka suka memamerkan kekayaannya.

Perlu diingat, bahwa kita lahir dengan telanjang. Tidak ada bayi yang lahir dengan membawa gelar atau pun kekayaan. Kita lahir pun karena pertolongan orang lain, tidak bisa lahir dengan sendirinya.

Seorang ibu dengan bantuan dokter, bersama-sama berjuang melawan maut saat melahirkan. Lalu, apa yang pantas untuk kita sombongkan?

Kesombongan bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri. Saat kita sombong, maka kita akan menjadi egois dan tidak membutuhkan bantuan orang lain.

Bagaimana saat kita mengalami kesulitan hidup ? Dapatkah kita meminta pertolongan pada “kesombongan” itu sendiri?

Kesombongan dapat menjadi alat pembunuh untuk diri sendiri. Kesombongan yang kita miliki dapat melukai perasaan orang-orang di sekitar kita. Dan sampai pada saatnya nanti, luka itu akan kembali pada kita sendiri.

Sombong itu tidak abadi. Yang abadi adalah kasih. Lebih baik menabur kasih daripada kesombongan. Di mana ada kasih, di situ ada kedamaian. Di saat ada kesombongan, maka di situ akan ada kehancuran.

Mari, kita jalani hidup dengan kerendahan hati. (Intisari )

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s