:: Daftar Dampak Buruk yang Bisa Terjadi Akibat Stres Saat Hamil ::

Daftar Dampak Buruk yang Bisa Terjadi Akibat Stres Saat HamilCNI DC715 Stres berkepanjangan tidak baik bagi siapapun, tidak terkecuali ibu hamil. Terlebih lagi seorang perempuan hamil mengandung anak di rahimnya, sehingga kondisi ibu akan sedikit banyak berpengaruh pada anaknya.

Nah, berikut ini beberapa dampak buruk stres yang bisa terjadi akibat stres saat hamil:

1. Anak Rentan Asma
Dr Petra Arck dan rekan-rekannya dari University Medical Center Hamburg-Eppendorf, Jerman, seusai melakukan pengamatan terhadap 1.578 pasang ibu dan anak yang ambil bagian dalam sebuah studi di Australia menyebut peluang anak mengidap asma atau eksim terlihat lebih tinggi pada anak-anak yang ibunya mengalami satu atau beberapa kejadian tak mengenakkan di paruh kedua masa kehamilan mereka. Anak-anak ini berpeluang dua kali lipat mengidap asma di usia 14 tahun saat remaja, bukannya di usia 6 tahun.

2. Perkembangan Janin Terhambat
Stres yang dialami bersamaan dengan berat badan rendah pada saat sedang mengandung dan defisiensi gizi tidak boleh diremehkan. akan memberikan dampak buruk jangka pendek pada janin dan anak di bawah usia 2 tahun. Dampaknya adalah perkembangan janin yang terhambat, di mana kondisi itu akan mempengaruhi ukuran dan komposisi tubuh atau organ, termasuk otak dan organ internal.

3. Bayi ‘Tercekik’
Mengkhawatir hal-hal yang terjadi di sekeliling hanya akan menimbulkan masalah bagi janin. Stres selama kehamilan juga dapat menyebabkan lebih banyak masalah baik bagi ibu dan bayi yang sedang tumbuh di dlam janin.

Para ahli mengatakan bahwa ketika seorang perempuan mengalami stres selama kehamilan, tekanan darahnya akan meningkat, denyut jantung berdetak lebih cepat, dan bayi cenderung ‘tercekik’ dalam rahim. Untuk mengontrol stres selama kehamilan, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengubah gaya hidup dan kebiasaan.

4. Anak Mudah Marah dan Depresi
Sebuah studi baru mengklaim alasan mengapa sejumlah orang lebih rentan menderita stres dan gejala kecemasan dibanding yang lainnya adalah karena mereka berbagi stres yang dirasakan ibunya ketika masih berada dalam kandungan.

Secara normal, plasenta berfungsi melindungi si calon jabang bayi dari hormon-hormon ‘jahat’ yang menumpuk di dalam darah sang ibu ketika ia mengalami stres. Tapi pada wanita tertentu, fungsi perlindungan ini terlihat lemah atau cacat dan akibatnya janin dengan mudah terpapar hormon stres dari ibunya. Kelak si anak akan lebih rentan terkena depresi atau gejala kecemasan saat beranjak dewasa.

Padahal sekali hormon stres menerobos penghambat tersebut, mereka dapat mempengaruhi perkembangan otak sekaligus memicu perubahan otak sehingga membuat si bayi rentan mengalami gejala kecemasan dan masalah perilaku ketika beranjak dewasa.

5. Kematian Bayi
Sebuah studi mengungkapkan bahwa bayi yang terlahir dari ibu yang stres beberapa bulan jelang persalinan berpeluang kecil untuk bertahan hidup hingga melewati tahun pertamanya. Meski risiko kematian pada seluruh bayi yang menjadi partisipan dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science ini tetap rendah, bayi yang ibunya menghadapi stres sebelum melahirkan berpeluang 53 persen lebih besar untuk meninggal sebelum ulang tahun pertama mereka ketimbang bayi yang ibunya tidak terkena stres sebelum melahirkan.

6. Bayi Laki-laki Berisiko Kena Gangguan Otak
Peneliti Dr. Tracy Bale dari School of Veterinary Medicine, University of Pennsylvania, AS, menerangkan stres akan berdampak terhadap protein yang mempengaruhi perkembangan otak si calon bayi. Bahkan protein tersebut dapat mempengaruhi otak bayi perempuan dan laki-laki dengan cara yang berbeda.

Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti mempelajari sejumlah tikus betina yang dipapari stres ringan seperti bau rubah atau pemangsa dan suara-suara yang asing di telinganya, terutama di minggu pertama kehamilan. (detikhealth)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s